DPMD Kukar Apresiasi RT yang Aktif Menyelenggarakan Kegiatan

img

Gotong royong RT.38 kelurahan Melayu()

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengaktifan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai bentuk dalam menjaga keamanan wilayah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, A.Riyandi Elvandar.

Ia menjelaskan bahwa Siskamling merupakan wujud gotong royong warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Dirinya mengungkapkan, meskipun zaman terus berkembang di era modern ini, beberapa wilayah di Kukar masih menjaga tradisi Siskamling dengan semangat tinggi dan bahkan terus berinovasi.

“Inovasi yang dilakukan warga sangat kami apresiasi. Mulai dari frekuensi pelaksanaan hingga penataan Poskamling” jelas Elvandar saat diwawancarai Selasa (29/04/2025) di ruang kerjanya .

Dirinya menyebutkan keberadaan Poskamling tidak sekedar untuk keamanan lingkungan, tetapi keberadaannya juga menjadi poin penting dalam penilaian lomba-lomba yang rutin diadakan pemerintah daerah, seperti lomba tingkat RT.

Lebih lanjut, Elvandar menyebutkan salah satu contoh inovasi yang menonjol dan aktif melakukan Siskamling datang dari Kelurahan Maluhu.

Elvandar mengatakan Poskamling di wilayah kelurahan Maluhu dilengkapi taman baca, sehingga membuat warga yang berjaga merasa nyaman dan tidak jenuh.

Menurutnya inovasi tersebut, bahkan mampu membawa kelurahan Maluhu meraih juara dalam lomba Siskamling tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada beberapa waktu lalu.

“Keberadaan taman baca menjadi daya tarik tersendiri. Ini yang membuat Siskamling di sana hidup dan ramai. Kita sangat mengapresiasi RT-RT yang giat melakukan Siskamling ,” tambahnya.

Dirinya juga beranggapan dengan adanya giat Siskamling, hal ini membuktikan bahwa warga yang tinggal diwilayah tersebut peduli terhadap kondisi keamanan di lingkungannya.

Dirinya juga mengatakan DPMD Kukar juga mencatat bahwa semangat gotong royong warga dibeberapa wilayah Kukar masih tergolong tinggi.

Hal ini terbukti dari kebiasaan iuran sukarela yang tetap dipertahankan mereka sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pelaksanaan Siskamling.

“Tradisi iuran seperti ini sudah jarang, bahkan iuran tidak hanya berupa uang ada yang menyumbang kopi, gorengan untuk yang jaga Kamling. Meski jarang tapi di beberapa RT masih dilakukan hingga kini. Ini patut diapresiasi,” tutup Elvandar (adv/tan)